Cahaya di Tengah Hutan yang Gelap Pekat

Tujuan hidup (atau mimpi, harapan, visi, atau apalagi namanya) itu boleh jadi seperti cahaya di malam hari ketika kita berada di tengah hutan yang lebat. Anggap saja kita sedang ada di hutan malam-malam. Nggak bawa apa-apa. Lalu, di kejauhan ada seberkas sinar yang terang, maka kita pasti akan berjalan kesana. Mendekati cahaya itu. Nggak peduli ada aral melintang, sungai menerjang, atau hambatan lainnya, kita akan berusaha keras menuju kesana. 

Ke arah cahaya yang menerangi. 

Berjalan pelan atau kadang berlari kencang. Melompati rintangan atau malah menunduk melewati hadangan. 

Kita barangkali akan sering terjatuh karena licin, beberapa kali tergelincir. Tapi karena tekad kita kuat ingin kesana, maka kita akan bangkit lagi. Jatuh bangun. Berdebam. Lecet. Atau entah apalagi. 

Dan akhirnya, tentu saja kita tahu, bahwa barang siapa yang berusaha keras ke arah satu tujuan yang jelas, maka ia pasti akan mencapainya. Lambat atau cepat. Sebentar atau lama. Sesiapa saja yang jelas arah hidupnya, maka ia pasti sampai. Bergantung usahanya berjalan kesana. 

Selanjutnya, ketika sudah sampai di sumber cahaya yang kita lihat itu, barulah terlihat lagi bahwa ternyata masih ada cahaya yang lain yang lebih besar. Kita kemudian, kembali berjalan ke arah cahaya yang lebih benderang tersebut. Sama seperti perjuangan sebelumnya, kita akan jatuh bangun, tapi karena cahayanya jelas terlihat, maka kita bangkit dan mencoba lagi. 

Tujuan hidup itu demikian. Seperti cahaya yang ada di tengah hutan yang gelap pekat. 

Setelah mendapati cahaya yang satu, kita akan melihat cahaya yang lain, yang lebih besar, lebih benderang. Itu seperti tujuan hidup kita. Dalam menjalani kehidupan, tentu kitapun memiliki tujuan-tujuan hidup yang kecil. Setelah mencapainya, kita kemudian berpikir, "Sepertinya aku harus meraih tujuan hidup yang lebih besar lagi. Bermanfaat bagi orang lain, misalnya."

Nah, kalau dalam agama Islam, tujuan hidup terbesar tentu saja adalah mencari ridha Allah dan menjadi manfaat buat sebanyak-banyaknya manusia yang lain. Saling membantu dan menolong. Dan untuk bisa kesana, tentu saja, mungkin, kita butuh mencapai tujuan-tujuan hidup yang kecil-kecil dulu. 

Kita mau bersedekah 10 juta sebulan, maka kita perlu berhasil mendapatkan penghasilan jauh lebih besar. Nggak mungkin bisa sedekah sebanyak itu kan, kalau penghasilan sebulan cuma 3 jutaan? 

Nah, inilah pentingnya menggapai tujuan hidup yang kecil dan sedang dahulu. Sebelum mendapatkan tujuan dan kebermanfaatan yang jauh lebih besar. 

Demikian. 

Related Posts :