Sebenarnya malam ini, saya ingin mempercantik tesis agar lebih ciamik dan enak dibaca. Namun apalah daya, mata saya kok sudah kriyep-kriyep. Padahal malam masih muda. Bapak-bapak juga baru saja kembali ke rumah masing-masing setelah shalat Isya.
Ketika menuliskan postingan ringan ini juga saya beberapa kali menguap. Cuma karena harus menulis setiap hari dan mempostingnya di blog, maka mau tidak mau saya paksakan saja. Sebentar juga selesai, gumam saya menyemangati diri sendiri.
Toh biasanya juga hanya butuh waktu lima belas sampai dua puluh menit saja. Jadi, ya, saya paksain aja menulis.
Ceritanya, kemarin malam saya memang tidur agak larut, lewat tengah malam. Saya menonton film dan membaca buku sendirian. Lalu tadi pagi, selepas salat Shubuh, saya memperbaiki tesis hingga jam 10 pagi. Alhamdulillah, dalam waktu lebih dari 3 jam, saya berhasil memperbaiki 50 halaman dan masih ada setengahnya lagi yang menunggu.
Malam ini, sekali lagi, sebenarnya ingin saya cicil mengedit kembali. Cuma saya sepertinya harus menyerah pada kondisi tubuh yang lelah. Memilih untuk tidur dan merenovasi tesisnya besok pagi.
Dalam benak saya, seharusnya pekan depan tesis saya kelar dan akan diserahkan ke dosen. Semoga tidak banyak perbaikan dan segera sidang agar kuliah pascasarjana saya segerai usai. Cuma masalahnya, menulis tesis ini godaan terberatnya adalah rasa malas dan enggan memulai. Menunda-nunda membuka laptop dan menuangkan apa yang ada di kepala.
Sehingga akhirnya, saa telat satu tahun lebih. Lalu ketika dosen mengingatkan batas waktu kelulusan, barulah saya kembali sadar bahwa ada sesuatu yang pernah saya mulai dan belum usai.
Jangan ditiru yaa...
Seharusnya, kalau saya rajin dan tidak menunda, pastilah saya sudah lulus lama. Pastilah saya sudah wisuda untuk yang kedua kalinya. Masalahnya, rasa malas seringkali mengalahkan semangat saya untuk menyelesaikan tesis yang sebenarnya sudah ada di kepala. Selalu saya berpikir, nanti dulu deh. Ada pekerjaan nih di sekolah. Nanti dulu deh, mendingan jualan dan buat iklan aja di facebook. Nulis tesis mah nanti-nanti saja.
Karena hal ini, istri saya sampai bosan (mungkin) mengingatkan saya. Padahal, ia menjadi orang yang ingin sekali saya segera wisuda. Katanya, "Abi harus menyelesaikan apa yang udah abi mulai."
Duh....
Bismisllah deh... Semoga pekan depan selesai... Aamiin...
Selamat malam