| Kota Palmyra (Reuters) |
Pasukan rezim dibantu oleh sekutunya milisi Syi'ah Hezbollah dan pesawat tempur Rusia.
"Dengan dukungan angkatan udara Suriah dan Rusia, angkatan bersenjata kami merebut kembali kota Palmyra, bekerjasama dengan sekutu", kata militer rezim dalam sebuah pernyataan.
Klaim ini juga telah dikonfirmasi oleh kelompok pemantau SOHR.
Menurut SOHR, militan ISIS mundur ke daerah di timur kota. Pasukan rezim menguasai sebagian besar Palmyra dan mulai menyisir untuk membersihkan ranjau.
Penguasaan pertama ISIS di Palmyra berakhir pada Maret 2016 lalu. Para militan sempat menghancurkan beberapa peninggalan sejarah di sana.
Kemudian, ISIS merebut Palmyra lagi dalam serangan kejutan di bulan Desember 2016.
Daerah ini adalah kota strategis di tengah gurun provinsi Homs, dan penting dalam jalur suplai minyak dari Irak.
Sebelum Palmyra, ISIS terdesak setelah kalah di wilayah utara oleh milisi Kurdi dan kelompok oposisi Suriah dukungan Turki. (Reuters)