| Kepala Staf Umum Myanmar, Jenderal Mya Tun Oo (Reuters) |
Alasannya adalah untuk membela negara, dimana operasi yang dijalankan dinilai sah. Pernyataan dikeluarkan pejabat militer pada konferensi pers, Selasa (27/2).
"Saya sangat sedih karena tuduhan sembrono ini, serta diabaikannya hal-hal baik yang pemerintah dan militer lakukan untuk mereka (Rohingya)", ujar Kepala Staf Umum, Jenderal Mya Tun Oo, mengacu laporan warga Rohingya terkait kebrutalan militer.
Oo memaparkan serangkaian slide tentang laporan media atas pelanggaran militer yang telah "diselidiki".
Menurutnya, dari penyelidikan pihaknya menemukan bahwa penduduk desa tidak tahu-menahu tentang aksi militer.
Ia juga mengutip hasil pengamat internasional yang mengunjungi beberapa desa. Hasil menunjukan mereka tidak menemukan bukti pelanggaran.
Oo mengatakan, militer akan melanjutkan penyelidikannya sendiri.
"Jika kami menemukan kasus ini memang benar-benar terjadi seperti tuduhan media, maka kami akan mengambil tindakan sangat serius sesuai aturan militer dan hukum saat ini", katanya.
Beberapa jam sebelum konferensi pers, kepala militer Jenderal Senior Min Aung Hlaing, memposting di halaman Facebook-nya: "tuduhan (yang ada) salah besar jika dibandingkan dengan situasi di lapangan".
"Pasukan keamanan melakukan tugas mereka sesuai hukum. Informasi yang benar tentang insiden akan dirilis sebentar lagi", jelasnya.
Ini adalah pertama kalinya jenderal militer Myanmar dituduh secara langsung atas pelanggaran HAM.
Panel ahli PBB mengatakan, kejadian di Rakhine merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan pembersihan etnis. (Reuters)