Setan Tak Mau Disalahkan Pengikutnya


Dan Kami berfirman. "Wahai Adam! Tinggalah engkau dan istrimu di dalam surga dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada disana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini, nanti kami termasuk orang-orang yang zalim!
~ Al-Baqarah: 35  ~

Jika melihat ayat di atas jelas banget pesan yang disampaikan Allah SWT kepada Nabi Adam dan Hawa, istrinya. Coba diamati firman di atas, pemilik Surga mempersilahkan kepada kedua pasang suami istri untuk menikmati semua, ingat semua fasilitas yang ada di Surga. Namun sang pemilik, Allah SWT cuma  satu permintaannya yaitu melarang mendekati pohon khuldi.

Tapi realitasnya apa yang terjadi? Adam dan Hawa justru lebih tertarik dengan satu hal itu meskipun telah diberi semua fasilitas oleh Allah SWT. Disinilah licik dan cerdiknya setan menggoda Adam dan Hawa agar melakukan apa yang dilarang.

Sampai akhirnya mereka berdua melakukan larangan tersebut dan mendapat hukuman dikeluarkan dari Surga hingga akhirnya mereka bertaubat dan diampuni oleh Allah SWt. Saya hanya ingin mengambil intisari dari peristiwa bersejarah itu bahwa setan akan menggoda kita dimana kita justru lemah.

Seseorang yang kuat pada sisi harta maka akan digoda dengan wanita, sebaliknya seseorang yang kuat dari sisi wanita maka akan digoda dimana titik lemah seseorang, misal popularitas, gila horman ataupun jabatan.

Ketika seseorang mampu bertahan pada sisi gemerlap harta maka akan masuk bisikan soal wanita. Kita tidak bisa menyalahkan setan, memang mereka pekerjaan tetapnya menggoda. Itu makanya seseorang yang menyesal di akhirat digambarkan mereka menyalahkan setan.

Setan pun menjawab dengan enteng bahwa memang kerjaan mereka menggoda. "Salah siapa mau ikut saya, wong saya mah jelas masuk neraka makanya saya cari teman sebanyak-banyaknya. Suruh siapa kami mau ikuti saya, sudah jelas saya ga bener," kira-kira demikian kata Setan menjawab tuduhan manusia yang mengikuti setan.

Mungkin itu kenapa Allah SWT selalu katakan bahwa sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kita. Terkadang kitanya yang sok-sok atau pura-pura ga ngerti atau tidak mau mengerti. Parahnya sudah mengerti masih dihajar juga.

Bahkan menurut saya posisi setan jauh lebih jelas ketimbang orang munafik. Jelasnya dimana? Kalau ada bisikan korupsi, itu jelas setan. Kalau ada bisikan selingkuh itu jelas setan, kalau ada tidak berpuasa, tidak mau bayar zakat padahal mampu, itu juga jelas setan. Jelas banget kan?

Manusia memang bukan malaikat yang punya satu kecenderungan yaitu takwa. Manusia diberi dua kecenderungan yaitu fujur (sesat) dan takwa, disinilah fungsi iman untuk memilah dan memilih mana kategori diatas.

Tidak heran bagi seseorang yang pernah menikmati manis dan lezatnya iman pasti merasakan kenikmatan tiada tara. Dan hanya orang tersebut yang bisa merasakan. Ini berbeda dengan kenikmatan wangi wangian, orang lain pun bisa menikmati. tanpa harus memiliki asalkan berdekatan maka akan merasakan baunya. Namun urusan iman hanya orang tersebut yang bisa merasakan.

Lalu bagaimana mengetahui kelemahan kita? Hanya diri Anda yang tahu dan merasakan. Kalau lemah perihal keuangan jangan sekali-kalu pegang posisi bendahara atau keuangan. Kalau lemah dari sisi wanita proporsionalah bergaul dengan wanita. 

6 Ramadhan 1438 H

Related Posts :