Jaisyul Fath bantu evakuasi warga sipil di Aleppo barat

Warga sipil di Aleppo barat menyematkan diri (foto),
Sebuah video yang diposting oleh jurnalis Riam Dalati lewat Twitternya menunjukkan sekelompok warga sipil menyelamatkan diri dari pertempuran di Aleppo barat.

Turut beserta mereka adalah kombatan dari Jaisyul Fath yang mengawal dan membantu evakuasi.

Mobil pejuang digunakan untuk mengevakuasi warga
Pertempuran di Aleppo barat memasuki hari ketiga sejak dimulainya operasi militer oposisi untuk mencapai Aleppo timur yang terkepung militer Assad, Jum'at (28/10) lalu.

Pertempuran berlangsung sangat sengit hari Minggu (30/10), dimana Jaisyul Fath mengkonsentrasikan serangannya di kompleks apartemen 3000, akademi militer Assad dan apartemen 1070.

Tarik ulur posisi terjadi antara kelompok perlawanan Sunni itu dengan pasukan pro pemerintah Assad, yang terdiri dari pasukan khusus (Tiger Force), tentara reguler, Syabihah dan milisi Syi'ah asing dari berbagai negara.

Oposisi memanfaatkan serangan bom berani mati yang dilakukan kelompok jihadis Jabhah Fathu Syam sebagai serangan pembuka. Ditambah serangan roket dan bom bertubi-tubi.

Mereka juga mengumumkan zona-zona serangan agar warga sipil di sana menjauh dari pusat militer atau mencari perlindungan.

Di pihak Assad, mobilisasi pasukan bantuan dilakukan dari berbagai arah. Diantaranya pasukan dari kota Nubl dan Zahra di utara, serta dari provinsi Hama.

Akan tetapi sebuah rombongan militer dari arah Hama mendapat serangan kejutan pejuang oposisi dan Jabhah Fathu Syam di dekat jalur suplai Khanaser. Menyebabkan mereka berbalik ke wilayah Hama.

Sementara itu, korban warga sipil akibat rangkaian serangan oposisi mencapai 38 orang, termasuk 14 anak-anak dan 5 perempuan, ungkap kelompok pemantau SOHR.

Laporan lain dari aktivis menyebutkan, serangan udara Assad/Rusia mengalami beberapa kali salah sasaran, atau mengenai pasukannya akibat sengitnya perang kota jarak dekat.

Tercatat pula serangan bom Birmil yang mengandung gas Klorin menghantam distrik Hamdaniyah, wilayah rezim Assad sendiri. Sehingga membuat jatuhnya korban sipil, maupun ppara petempur.

Sebaliknya, televisi corong Damaskus menuduh serangan gas kimia itu dilakukan dengan "pemboman pemberontak".

Adapun di front Aleppo timur yang dikuasai oposisi, pasukan pro Assad mencoba meraih kemajuan dari arah daerah Syeikh Lutfi.

Pejuang oposisi optimis mereka akan meraih kemajuan lagi, hingga mencapai daerah timur yang terkepung dan mengontrol bagian signifikan dari kota Aleppo.

"Terjadi pertempuran jalanan sengit dan rezim sekarang mundur dari daerahnya. Hanya masalah waktu dan kami akan mengumumkan pembebasannya", kata Abu al Ansari, seorang pejuang dari Failaqusy Syam kepada Reuters.

Di lain sisi, pasukan Assad menerjunkan lebih banyak unit khususnya (Tiger Force) ke Aleppo. (Reuters/Orient-news/Twitter)

Related Posts :