Oposisi di Aleppo |
Sementara sebanyak 4 orang milisi Syi'ah berhasil ditangkap hidup-hidup.
Namun, klaim ini belum terverifikasi dari pihak ketiga yang independen. Meski oposisi menguatkan klaim mereka dengan sejumlah foto.
Hari Jum'at, milisi Syi'ah asing yang dikomando Iran bersama tentara rezim Assad berusaha meraih kemajuan di distrik al-Maadi.
Tapi perlawanan oposisi menghadang serangan itu. Termasuk menghancurkan dua tank dan mobil penuh petempur Syi'ah asing maupun loyalis Assad.
Meski telah kehilangan 3/4 wilayahnya di kota Aleppo, kali ini pejuang oposisi mampu memukul balik serangan di sisa distrik Bab al-Nairab, Bustan al-Qasr, al-Iza'a dan Jub al-Jalali.
Pemboman Assad bunuh 26 warga sipil
Assad dan sekutunya pada Jum'at (9/12) juga melancarkan pengeboman ke daerah pemukiman tersisa yang dikontrol oposisi dan menewaskan sedikitnya 26 warga sipil.
Helikopter menjatuhkan bom Birmil di al-Jalloom, membunuh sedikitnya 25 warga sipil, yang kebanyakan adalah perempuan dan anak-anak.
Para relawan pertahanan sipil berhasil menyelamatkan sepuluh warga dari reruntuhan tapi tidak bisa berbuat banyak untuk korban lainnya yang terjebak, akibat pemboman berat dan kurangnya peralatan.
Sedangkan seorang anak dan warga lain tewas oleh rangkaian pemboman rezim di distrik al-Mughair, al-Maadi, al-Zebdiyah, Bustan al-Qasr, al-Kallasah dan al-Shalihin.
Laporan lain juga menyebut, ratusan remaja dan laki-laki dewasa hilang saat masuk di wilayah pasukan Assad. Diduga kuat terjadi penangkapan massal karena tuduhan "terlibat pemberontak".
Sebelumnya pihak Damaskus membantah menangkap warga. Mereka mengklaim hanya memeriksa identitas dan yang tidak jelas akan dikirim ke "tempat khusus". (Orient-news)